search here and find more articles

Premium turun [cuma] Rp. 500,-


[14:7] Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".


Ya, terhitung mulai 1 Desember 2008 ini pemerintah menurunkan harga premium dari Rp. 6000,- menjadi Rp. 5500,-
akan tetapi diturunkannya harga tersebut tidak di sambut oleh komponen masyarakat dengan bersyukur, malah menganggapnya biasa2 aja [duh.. kenapa susah sekali sih untuk bersyukur] seperti cuplikan berikut :


Reaksi konsumen tetap tak berubah saat harga premium resmi turun Rp 500 pada Senin, 1 Desember 2008 pukul 00.00 WIB. Tanggapan mereka tetap dingin.

Seperti yang diutarakan sopir antar-jemput karyawan Theodorus kepada detikcom, di SPBU Menteng, 200 meter dekat Taman Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2008).

"Kalau begini sih percuma Mas. Ya harusnya 40 persen. Kalau cuma gopek nggak ada pengaruhnya," kata dia.

Dirinya yakin penurunan 40 persen itu ada pengaruhnya dibanding cuma turun Rp 500.

"Ada. Waktu dulu naik hampir 80 persen penghasilan saya seret. Kalau misalnya turun Rp 2 ribu atau Rp 1.500, saya kan bisa nabung," ujar pengendara Suzuki Carry merah ini.

Tanggapan dingin juga dilontarkan pengendara motor Eko, di SPBU seberang Departemen Kesehatan (Depkes), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Yya kalau segini mah tanggung. Kalau turun cuma gopek sih nggak ada pengaruhnya. Kecuali kalau turun Rp 3 ribu, itu baru terasa," keluh dia. sumber


ya, mengeluh dan mengeluh. ketika harga naik semuanya pada mengeluh, ketika turun pun juga pada mengeluh. apa memang bangsa ini sudah ditakdirkan untuk tidak bisa bersyukur? sedangkan arti bersyukur kan bisa menerima berapapun harga baru yang sudah di turunkan oleh pemerintah.
Apakah kita salah satu umat yang tidak bisa bersyukur? dan bersiap untuk menanti azab-Nya? Naudzubillah....


[27:73] Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai kurnia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).